Kamis, 16 Februari 2017

Kepada Engkau yang Hendak Kalah

Menggigil,
seiring dengan membekunya pikiranku kala itu.

Membisu,
seiring dengan pujian sarkas dari sang kala.

Engkau telah jatuh terlalu dalam
Terlalu berbahaya untuk lanjut
Terlalu pengecut untuk keluar

Sekarang inilah pilihanmu
Sekali salah kau bertindak
Hanya dua takdirmu

Hancur seorang diri tanpa simpati
Atau bersama menghancurkan orang yang kau cintai
Bersama kebahagiannya yang tak kau dapati

Ah, mungkin aku telah ditipu oleh pikiranku sendiri
Yang senantiasa memberi dopamin ketika melihat senyummu
Atau memang salahku yang mengharap terlalu banyak
Hanya karena kharismamu

Jika kau mundur kau kalah
Jika kau maju kau kalah
Pilihlah jalan yang kau mau
Pilihlah kekalahan terindah bagimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

-Mohon untuk tidak spam di komentar-