Selasa, 13 Oktober 2015

Next Story of Tila-Logy in NLC

   Kelanjutan dari post sebelumnya, kami menuju ke Surabaya untuk kelanjutan pertempuran di National Logic Competition. Lumayan juga kan, untuk cari pengalaman dan latihan sebelum OSK? Pada H-1 lomba, kami berangkat dari Jakarta dengan kereta api Argo Bromo Anggrek Pagi, menempuh perjalanan 9 jam dari Jakarta.
Lokomotif CC206 KA Argo Bromo Anggrek
   Untungnya, di dalam kereta terdapat stop kontak, jadi saya bisa tetap on laptop dan wifi (lebih enak wifi sendiri daripada wifi kereta), sambil latihan soal-soal OSK/OSN. Selama perjalanan, saya nyaris tidak mematikan laptop saya sedikitpun (bahkan baru tadi sore saya matikan :D).

   Kami tiba di Surabaya jam 7 malam kurang 10 menit, ngaret 20 menit dari seharusnya, tapi yang penting selamat sampai tujuan deh. Dari stasiun, kami langsung menuju ke penginapan lalu makan malam dan beristirahat agar pada hari H lomba stamina kami tidak drop.

   Keesokan harinya, kami berangkat pagi-pagi ke ITS, agar tidak terlambat. Rupanya, hotel kami tidak terlalu jauh dari ITS sehingga kami pun datang sebelum registrasi peserta dibuka.

   Setelah registrasi, kami menunggu waktu mulainya lomba, yang mana sesi 1 dan 2 perdelapan final diadakan di lapangan Teknik Informatika ITS. Untungnya, ketika sesi 1 dan 2, cuaca masih belum terlalu panas (meskipun angin berhembus lumayan membawa butiran pasir). Sesi 1 kami awali dengan kekonyolan. Karena ada soal yang ragu jawabannya, kami menjawab asal-asalan (karena pilihan ganda), dan ternyata benar :D. Di sesi 1 kami hanya miss 1 soal karena salah hitung. Sesi 2 lebih sulit daripada sesi 1, sehingga kami hanya berhasil ngasal 1 soal (soalnya isian singkat) dan menjawab tepat 1 soal lainnya. Alhasil, di akhir sesi 2 saat skor (sementara) diumumkan, skor kami tidak terlalu buruk (bahkan lumayan di atas).
Tempat perdelapan final NLC



   Berikutnya sesi ketiga, NLC Land. Dari poin yang sudah kami kumpulkan di sesi 1 dan 2, kami bisa "membeli" soal di pos-pos yang disediakan, pos Newbie, pos Advance, pos Pro dan pos Boss. Setiap pos terdapat 5 soal yang bisa dibeli (kecuali pada pos Boss), dan maksimal 5x percobaan per soal. Apabila berhasil menjawab soal, maka soal tersebut "dijual" dan tim yang menjawab mendapat tambaha poin lebih banyak dari harga belinya. Karena kami ingin mencoba dulu, kami memulai dari pos Newbie. Dengan 230 poin, kami membeli 3 soal Newbie seharga masing-masing 50 poin (dan bisa dijual utk 70 poin), dan 1 soal Advance seharga 80 poin (dan bisa dijual utk 110 poin). Setelah mengatur strategi sedemikian rupa, kami memutuskan utk membabat semua soal di Newbie terlebih dahulu, dan mencoba beberapa soal Advance untuk tambahan poin.
Trade card yang bisa digunakan untuk jual beli soal

  
   Setelah waktu habis, kami berhasil membabat semua soal Newbie dan 4 soal Advance (soal ke-5 tidak terlalu rumit tapi waktu kami hanya sisa 15 menit, terlalu beresiko). Setelah dihitung-hitung, skor kami adalah 450, lumayan tinggi lah dibanding peserta lainnya. Setelah pengumuman resmi keluar, kami dinyatakan lolos ke babak perempat final.
 
   Babak perempat final, 40 peserta yang lolos bermain "Monopoli" dengan diselingi soal logika (ga bisa jawab = ga boleh kocok dadu). Performa kami di awal permainan sangat drop, sehingga spot bagus sudah lebih dahulu dikuasai lawan. Permainan ini berlangsung selama 20 ronde, selama kurang lebih 2 jam. Setelah permainan selesai, kami menunggu pengumuman (walau saya agak pesimis).

   Sekitar jam setengah 7 sore, akhirnya pengumuman dikeluarkan. Dan hasilnya sudah terduga sebelumnya...
Game Over

   Setelah itu, saya kembali ke penginapan dan langsung beristirahat. Keesokan harinya, kami melakukan ekskursi ke pulau Madura dan sekitar Surabaya untuk mengisi waktu menunggu kereta malam. Akan tetapi, saya banyak tidur dalam perjalanan karena masih lelah.

   Saya rasa cukup sampai di sini, setidaknya, walaupun kalah tapi lumayan menambah pengalaman.
Sedikit kenang-kenangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

-Mohon untuk tidak spam di komentar-